Tiga Musik untuk Mencegah Terjadinya Perang

Dustincollinsmusic – Beberapa lalu topik mengenai Perang Dunia Ke-3 viral di sosial media Twitter. Bukan hanya sekali tetapi demikian kali. Apa lagi saat Nancy Pelosi, Juru Berbicara Kepresidenan Amerika Serikat (AS), lakukan lawatan ke Taiwan Rabu (4/8/22) lalu, tagar itu kembali naik. Lawatan Pelosi itu dicemaskan memacu eskalasi kemelut di antara China dan Taiwan.

Selasa lalu (9/8/22), beberapa media menyampaikan kabar jika beberapa puluh armada tempur China mulai dekati daerah perairan Taiwan. Terbersit berita ada latihan perang di situ. Namun berita yang lain menjelaskan jika China hanya melangsungkan latihan militer.

Dalam pada itu perang Rusia-Ukraina masih berjalan. Semenjak pecah akhir Februari 2022 lalu, sampai bulan Agustus 2022 ini belum terlihat ada pertanda bisa terjadi gencatan senjata. Berikut 3 lagu anti perang.

1. Give Peace A Chance – Plastic Ono Band

Kemungkinan Tuhan memberikan Patch usia panjang supaya dia dapat bercerita sepotong cerita hidupnya yang pahit ke angkatan sekarang ini. Tentara saja menyaksikan perang sebagai seram yang riil, apalagi masyarakat umumnya.

Di satu segi, musik lagu ini membuai rasa karena sopan masuk telinga. Tetapi disebelah yang lain memiliki kandungan kekelaman dan membuat bulu-bulu kuduk berdiri, terutamanya pada bagian ini: I’ve seen demons coming up from the ground, I’ve seen hell upon this Earth, yang maknanya saya menyaksikan iblis ada dari tanah, saya menyaksikan neraka di Bumi ini.

Sesaat kita pikirkan bagaimana kehidupan kakek dan leluhur kita saat perang dahulu? Hari untuk hari tentu selalu diliputi rasa kuatir dan cemas, tidak ada ketentraman dalam kehidupan.

Perang bawa duka cita yang dalam untuk banyak orang. Perang selalu hasilkan kerusakan. Kadang, perang hapus tapak jejak riwayat satu bangsa.

Perang ialah sejuta keburukan yang sayang dilaksanakan oleh manusia yang semestinya memiara dunia. Riwayat telah menulis demikian perang yang meluluhlantakkan kota, pisahkan anak dan orangtua, tewaskan manusia yang tidak berdosa.

Lirik paling akhir lagu itu ada betulnya, But they will never learn yang maknanya tapi mereka (manusia) tidak pernah belajar. Manusia tak pernah menuai pelajaran dari riwayat masa lampau yang gelap yang sarat dengan peperangan.

Berikut kita baca lagu “Harry Patch (In Memory Of)” dari Radiohead. Mudah-mudahan dapat membuat kita merenung jika perang itu kejam.

2. What’s Going’ On – Marvin Gaye

Lagu anti perang selanjutnya ialah “What’s Goin’ On” dari salah satunya musikus R&B/soul besar asal AS, Marvin Gaye. Kita barangkali sempat dengarkan lagu ini di radio maupun di beberapa tempat seperti mall atau cafe.

Lagu berjenis R&B / soul progresif ini benar-benar kece, melodinya nikmat dan ramah dalam telinga. Sekilas terdengar sebagai lagu romansa, tapi rupanya lagu ini memiliki kandungan pesan melawan perang dan kekerasan.

Bagian lirik It’s the same old theme, since nineteen-sixteen mengarah pada kejadian Easter Rising atau Perlawanan Paskah yang terjadi pada 24 April 1916 lalu, bersamaan dengan Hari Raya Paskah. Di saat itu sedang terjadi Perang Dunia I di mana Inggris pimpin pasukan sekutu.

Walau demikian, lagu itu rasanya berkaitan dengan keadaan perselisihan yang terjadi di penjuru dunia mana saja, terhitung perselisihan yang dan bisa terjadi. Kata “zombie” yang sering disuarakan dalam lagu ini bisa saja ialah kecaman pada siapa saja yang menginisiasi perang.

Lirik What’s in your head, in your head, Zombie, zombie, zombie… memiliki kandungan arti jika mereka yang turut serta dalam perang kosong kewarasan. Tidak ada rasa kemanusiaan, membuat beberapa puluh, beberapa ratus sampai juta-an manusia jadi korban.

Dolores membawa lagu ini dengan baik sekali. Emosinya dapat, begitupun pernyataan amarah dan caci makinya ke mereka yang suka perang. Berikut video musik lagu “Zombie” dari The Cranberries:

3. Harry Patch (In Memory Of) – Radiohead

Saat pertama kalinya dengarkan lagu ini, kita tidak dapat menampik jika lagu ini benar-benar cantik. Sebuah band experimental art rock menyanyikan lagu berjenis classic? Jika bukan Radiohead rasanya tidak mau.

Ya, band asal Oxfordshire, Inggris, ini pernah menginisiasi sebuah pergerakan sosial untuk beberapa veteran perang Inggris. Mereka membuat suatu lagu dengan judul “Harry Patch (In Memory Of)” yang liriknya terinspirasi dari narasi Henry John Patch, seorang veteran Perang Dunia I.

Saat di interview oleh penyanyi band Thom Yorke di tahun 2005 lalu, si veteran telah berumur 107 tahun. 4 tahun selanjutnya, persisnya pada bulan Juli 2009, Patch wafat di umur 111 tahun.

Satu bulan selanjutnya, Radiohead launching sebuah lagu khusus itu untuk kenang kembali si veteran. Lagu yang di-launching sebagai self-released itu cuma ada di situs Radiohead semenjak 5 Agustus 2009 pada harga GBP 1 atau kira-kira 16.500 rupiah (kurs Agustus 2009). Semua hasil penjualan lagu didonasikan pada suatu organisasi veteran perang.

Lirik lagu ini pendek, cuma 10 baris. Namun beberapa kalimatnya polos sekalian menyayat. Apa lagi kalimat penutupnya, akan membuat kita merenung sepanjang beberapa saat lama waktunya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.